Langsung ke konten utama

Sosok Cak Nun

Surat Terbuka untuk Mbah Nun
Oleh Ikrimah Vella Rianti.
28 Mei 2017

Aku melihat Indonesia di dalam dirimu.
Engkau berhasil membesarkan hati Bapak Soeharto untuk berkata “ora dadi presiden ora patheken”--di saat itu pula kamera dan media semakin fokus ke arahmu, namun Kau memutuskan untuk kembali pulang ke rumahmu: bersama rakyat, menyelesaikan persoalan sosial. Terima kasih telah menyadarkanku, bahwa menjadi kewajibanku untuk merangkul pundak dan memijit tangan mereka yang menderita hidupnya. Terima kasih telah menatarku bahwa untuk mengabdi pada negeri tidak harus menunggu menjadi pegawai negeri.
Sebetulnya pedih menhistoriografikan hidupmu. Bahkan sempat kesal dengan keputusan “Jalan Sunyi”-mu. Namun siapalah aku berani mendesakmu untuk mengetuk pintu setiap orang, termasuk pintu rumahku. Sadar, layaknya jagung: semakin berisi semakin merunduk. Begitu pun dirimu. Berbagai program televisi ternama mengundangmu menjadi tamu, namun kau tolak. Terima kasih telah membelajarkanku bahwa sebagai manusia harus konsisten terhadap pilihannya. Terima kasih telah membukakan mataku bahwa menjadi moderat adalah suatu hal yang terhormat. Tidak berlindung pada suatu golongan. Berani mengkritik namun juga berani menyelamatkan. Bahkan tidak memanfaatkan peluang dalam ranah pemerintahan. Karena itu, aku melihat Garuda di dalam dirimu.
Terima kasih telah mengajariku, bahwa berada di atas bukanlah satu-satunya yang harus aku tuju. Karena kemerdekaan bukan tentang gedung megah yang disejukkan dengan air conditioner dan mobil mewah dengan dua pintu. Kemerdekaan adalah tentang hati dan pola pikir. Terima kasih telah mengingatkanku bahwa bukan seberapa panjang gamis dan kerudungku, tetapi output sosial dari sholatku.
Selamat Ulang Tahun, Mbah.
Semoga panjang umur dalam ketaatan dan wal afiat, agar ilmu yang begitu luas di dalam kalbumu bisa terus Kau bagikan melalui lisan dan tulisan.
Mbah, izinkan aku menyejarahkan dirimu untuk generasi penerus bangsamu.
Sabtu, 27 Mei 2017 / 1 Ramadhan 1438

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AC

COPAS..... 😁😁😁 Penting nih biar listrik nda boros.. Knpa ac aku nyalain 24 jam dan ngirit ga boros.. Karna aku tau triknya Kamu Harus Tau #wajib baca bagi pengguna AC #8 rahasia tentang penggunaan AC yang perlu kamu ketahui 😗 1.Suhu 26℃ dari AC adalah suhu yang paling tepat, nyaman dan tidak menyebabkan sakit. Meski tubuh manusia sendiri sudah bisa menyesuaikan suhu tubuh, tapi kemampuan tersebut juga ada batasnya. Bila suhu luar dan suhu dalam ruangan berbeda terlalu jauh, kamu pun bisa dengan mudah jatuh sakit. Suhu 26℃ adalah suhu dalam ruangan yang paling cocok, dan suhu ini pun paling membuat AC-mu irit. 2. Saat udara terlalu panas dan lembab, ubah mode AC menjadi "Dry" Saat musim hujan, udara akan terasa lebih panas dan lembab, nah pada saat ini, kamu ahrus mengubah mode AC-mu dari "cool" menjadi "dry". Mode "dry" ini tidak hanya bisa menyerap udara lembab, tapi juga bisa membantumu irit banyak! Saat kamu menyalakan mode "cool...

BUNDA YUNI KISAH KASIHNYA

Saya menemukan tulisan ini baru minggu yl langsung saya share. Sesungguhnya saya sdh menjalankan apa yg ada dlm tulisan ini sdh berpuluh th yg lalu. LUPAKAN CANCER KITA...LUPAKAN...LUPAKAN.... Dan saya lupakan, ya masukkan peti semua medical record dokter. putera saya sampai mengira saya bohong, mana bu medical recordnya? Saya mengambil keputusan " Biarlah dunia menganggap saya bohong, saya tdk akan pernah membuka medical record saya,  saya sdh berusaha melupakan sakit saya dan saya berhasil melupakan ,menidurkan Ca saya dan saya bisa hidup normal dg cinta kasih saya pd Allah yg Maha Penyayang dg memberikan bantuan dan kasih kpd yg membutuhkan, itu urusan saya....bukan urusan Orang lain, putera saya, menantu saya, suami saya bahkan saudara kandung saya... Diusia saya 65th saya masih bisa menikmati indahnya merawat bayi yg dibuang oleh ibunya sendiri, bayi yg lahir tanpa memiliki keluarga kecil apa lagi keluarga besar... Semua orang terdekat saya menentang saat saya menerim...