Tulisan Bukan Tulisan Di Negara Bukan Negara Oleh Emha Ainun Nadjib Untuk apa seseorang menulis? Untuk apa penulis bekerja melahirkan karya tulisan? Empat puluh tahun yang lalu, saya menulis karena punya semacam cita-cita untuk menjadi penulis. Di Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 1966 saya menulis hampir satu buku dalam bahasa Arab (yang sekarang saya sudah tidak bisa sebagaimana dulu) untuk keperluan “Muhadloroh” atau praktikum ekspresi, pidato, atau komunikasi publik. Menyesal sekali sekarang tinggal kenangan, entah di mana buku tulisan tangan itu, karena saya mendadak diusir dari Pondok. Kemudian di Yogya tulisan pertama saya yang dimuat di koran adalah cerita pendek. Kemudian puisi-puisi, sampai kemudian menerbitkan sejumlah buku puisi (juga sesudah buku ini segera saya mempublikasikan Kumpulan Puisi), dan itu membuat orang “menyangka” saya adalah penyair. “Adalah”, “menjadi”, “to be”—begitu pentingnya bagi ma...