Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

EMHA AINUN NAJIB

Tulisan Bukan Tulisan Di Negara Bukan Negara Oleh Emha Ainun Nadjib Untuk apa seseorang menulis? Untuk apa penulis bekerja melahirkan karya tulisan? Empat puluh tahun yang lalu, saya menulis karena punya semacam cita-cita untuk menjadi penulis. Di Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 1966 saya menulis hampir satu buku dalam bahasa Arab (yang sekarang saya sudah tidak bisa sebagaimana dulu) untuk keperluan “Muhadloroh” atau praktikum ekspresi, pidato, atau komunikasi publik. Menyesal sekali sekarang tinggal kenangan, entah di mana buku tulisan tangan itu, karena saya mendadak diusir dari Pondok. Kemudian di Yogya tulisan pertama saya yang dimuat di koran adalah cerita pendek. Kemudian puisi-puisi, sampai kemudian menerbitkan sejumlah buku puisi (juga sesudah buku ini segera saya mempublikasikan Kumpulan Puisi), dan itu membuat orang “menyangka” saya adalah penyair. “Adalah”, “menjadi”, “to be”—begitu pentingnya bagi ma...

PESAN ALI BIN ABI THALIB

Jangan berbicara hartamu di depan orang miskin. Jangan berbicara kesehatanmu di depan orang sakit. Jangan berbicara kekuatanmu di depan orang lemah. Jangan berbicara kebahagianmu di depan orang sedih. Jangan berbicara kebebasanmu di depan orang yang berpenjara. Jangan berbicara anakmu di depan orang yg tak punya anak. Jangan berbicara orang tua mu di depan anak yatim. Karena luka mereka sudah tak tertahankan.  Imam Ali bin Abi Thalib

SANG KHALIFATULLAH

BERSYUKUR atau MENGELUH Dalam hidup Ada kondisi Sehat atau sakit Kaya atau miskin Senang atau susah Sendiri atau bersama Dalam menjalaninya hanya ada dua pilihan Bersyukur atau mengeluh Dua pilihan itu yg membuat hidup kita begitu berbeda bagai bumi dan langit Mari terus belajar tersenyum dalam damai dng semua kondisi dan semua rasa Mari terus belajar mensyukuri semua rasa dan semua kondisi yg diberikan Allah sbg anugerah terindah Allah itu Maha Baik Maka yakin semua yg diberikan pada kita adalah yg terbaik Kematian Adalah bukan akhir kehidupan tapi awal pertanggung jawaban Tujuan hidup kita beribadah Jabatan kita sangat mulia khalifatullah Tugas kita sangat berat Rahmatan lil'alamin Me time Adi Tri

BERSYUKUR atau MENGELUH adalah PILIHAN

BERSYUKUR atau MENGELUH Dalam hidup Ada kondisi Sehat atau sakit Kaya atau miskin Senang atau susah Sendiri atau bersama Dalam menjalaninya hanya ada dua pilihan Bersyukur atau mengeluh Dua pilihan itu yg membuat hidup kita tenang atau gelisah Mari terus belajar tersenyum dalam damai dng semua kondisi dan semua rasa Mari terus belajar mensyukuri semua rasa dan semua kondisi yg diberikan Allah sbg anugerah terindah Allah itu Maha Baik Maka yakin semua yg diberikan pada kita adalah yg terbaik Me time Adi Tri

IKHLAS DALAM BERAMAL

MEMAHAMI MAKNA IKHLAS BERAMAL Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, keihkhlasan merupakan pangkal diterimanya ibadah. Karena itu, pada setiap kali majelis pengajian beliau di madrasahnya di Baghdad, tema ikhlas dalam beribadah menjadi pokok bahasan utama. Syekh  Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Kalian harus ikhlas dalam beramal. Palingkanlah pandangan terhadap amal yang telah kalian kerjakan. Jangan pernah berharap ganti dari pemberian kalian itu. Beramallah karena Allah. Dan, jadilah orang yang mengharap ridha-Nya. Ketika kalian berbicara, maka bicaralah dengan niat yang tulus. Jika kalian diam, diamlah dengan niat yang tulus. Karenanya, setiap amal yang tidak diawali dengan niat, amalnya akan sia-sia. Di antara tanda atau ciri-ciri ikhlas adalah, kalian tidak terpengaruh dengan pujian dan cacian orang lain. Ikhalas juga bermakna memembuang kesombongan dalam diri. Maka, sedikit pun kalian jangan pernah merasa sombong dengan amal kalian! Karena kesombongan dapat mengha...