Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

KENYAMANAN

Sahabat Nabi, Ali bin Abi Tholib ra,  berkata : Kenyamanan #tubuh terletak pada #sedikitnya_makan Ketenangan #jiwa terletak pada #sedikitnya_dosa Ketenangan #hati terletak pada #sedikitnya_ambisi Kenyamanan #lisan terletak pada #sedikitnya_bicara #chatting online = bicara 🙈🙈🙈 #selfreminder Dine Aryani FB

EMHA DIRMU TIDAK ADA

Dirimu itu tidak ada. Dirimu itu tidak penting. Bekal dalam hidupku adalah yakin jika diriku ini tidak penting. Yakin bahwa bukan aku ini yang jadi pusat perhatianku. Didalam diriku tidak ada aku kalo sudah penuh cinta. Dan cintaku tidak boleh ditujukan untuk diriku sendiri yang sementara ini. Didalam diriku tidak ada aku. Banyak orang yang sering bela diri karena perhatian utamanya selalu kepada dirinya sendiri, yang dia sangka ada, padahal sebenarnya dirinya itu tidak ada . Sederhananya diri saya ini harus diisi pekerjaan dan perbuatan yang Allah perintahkan. Jadi diri saya adalah perbuatan-perbuatan baik itu. Bukan yang saya sangka diri saya itu. Jadi orang yang masih sedih, orang yang masih pesimis, orang yang masih tidak punya semangat, adalah orang yang salah sangka terhadap dirinya sendiri. Karena dia salah sangka terhadap dirinya sendiri, maka dia salah sangka sama dunia, salah sangka sama apa saja, dan salah sangka sama Allah SWT. ( Emha Ainun Nadjib ) . @noureez12 #nouree...

MAWAS DIRI

MAWAS DIRI Seorang seniman telah melukiskan sebuah lukisan yang dikiranya itu adalah lukisan terindah di muka bumi ini... Dan ia ingin menantang semua untuk mencari siapa yg bisa menyainginya, di tarulah lukisan tadi di tempat umum, dan menulis di atas lukisan tadi " BARANG SIAPA YANG MELIHAT ADANYA KEKURANGAN PADA LUKISAN INI, WALAUPUN SEDIKIT, BERILAH TANDA MERAH DI TEMPAT YANG KURANG ITU!! ". Dan ketika si pelukis itu kembali di sore hari, ia temui lukisan itu sudah penuh dengan noda merah, dan hampir menutupi semua dari lukisan aslinya. menunjukan bahwa di lukisan tersebut terdapat banyak kekurangan, sebagaimana yang ia perintah dari sebuah tulisan di atas lukisannya itu. maka ia mengadu kepada gurunya, dan menetapkan untuk tidak melukis lagi, karna masih banya kekurangan dari lukisannya. maka gurunya itupun berkata :* "Tak usahlah kau putus asa,kau cukup merubah tulisan tersebut! " setelah kembali, Ia melukis seperti pertama kali dan ia letakkan l...

Kata Putraku Edo

Makasih mi, udah ngurusin ane selama perpul ini, dah masakin ama beliin makanan, dah bangunin sholat, dll (banyak smpai tdk bisa ditulis satu2) makasihya mi ♡ Ini hpnya ane serahin ke pp, semoga mami tetap sehat ama kuat, istirahat yg cukup dan jgn maksa diri kalau sudah batas, jg diriya mami. Semoga tetap sehat dan kuat amiin!!!

SEKOLAH WARGA GERBANG

#DAFTAR_SEKOLAH_WARGA 1. Sekolah Warga GERBANG Bogor "Super YM" Alamat: Perum Taman Semesta Mas, Blok G no. 15 Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat Penanggungjawab: Yomo 2. Sekolah Warga GERBANG Subang "SAKOLA PAPAHARE" Alamat: Ds. Pamanukan RT. 03/08 Kec. Pamanukan, Kab. Subang. Jawa Barat Penanggungjawab: Joko Agung 3. Sekolah Warga GERBANG Ciamis "SAKOLA MOTEKAR" Alamat: Saung Rèrèt Cibunar RT 06 RW 03 desa sukajadi kec. Sadananya, Ciamis, Jawa Barat Penanggungjawab: Deni Wahyu 4. Sekolah Warga GERBANG Cikarang "BECIKKARTA" Alamat: Perum Permata Cikarang Timur Blok O9. No. 02, RT. 04, RW 12, Ds. Jatireja, Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi, Jawa Barat Penanggungjawab: Furqon Aminudin 5. Sekolah Warga GERBANG Banyumas "Hakuna Matata" Alamat: Jl. Pahlawan no. 594, Purwokerto 53143 Jawa Tengah Penanggungjawab: Arif Wachyudin 6. Sekolah Warga GERBANG Pekalongan "BUKAJI (Buri Kuburan Beji)" Alamat: Panjang Baru, Gg. Ma...

MATA ELANG MAIYAH

Mata elang. MAIYAH adalah sebuah ruang di mana semua karakter dan pola pikir berada Tidak ada tuntutan untuk sama sebab perbedaan adalah rahmat untuk kesempurnaan Namun MAIYAH mengajak kita untuk tetap berfikir supaya kita tetap seimbang dan waras dalam menyikapi semua problematika kehidupan

ORANG ORANG KALAH

Orang-Orang Kalah Oleh Emha Ainun Nadjib Tak ada orang menang, melainkan hanya orang kalah yang mendatangi Mas Dukun. Orang kalah. Orang yang dikalahkan. Oleh siapa? Oleh orang lain. Oleh kehidupan, yang tikaman pisaunya amat menyakitkan. Oleh kekuasaan, yang datang dari luar dirinya. Oleh bermacam-macam kekuasaan: kegagalan mencapai cita-cita, kengerian terhadap ketidakmenentuan hari depan, istri yang menyeleweng, suami yang kejam, orangtua yang memperalatnya, raksasa bisu yang menggusur tanahnya, sistem-sistem dalam putaran sejarah yang membuatnya tidak saja gagal memperoleh kelayakan hidup, tapi bahkan menenggelamkannya ke garis minus kehidupan. Garis minus kehidupan itu bisa berupa kefakiran ekonomi, hilangnya pilihan-pilihan untuk melangkah, atau ketertekanan psikologis yang membuat seseorang tak lagi menggenggam dirinya sendiri dalam kekuasaannya. Orang-orang kalah terkatung-katung—tidak saja—dalam ketiadaan harapan, tapi bahkan dalam kepungan ancaman-ancaman. ...

EMHA AGAMA DAN PERIBAHAN SOSIAL

Agama dan Perubahan Sosial Oleh Emha Ainun Nadjib Agama sedang digadang-gadang untuk berperan memperbaiki peradaban masa depan ummat manusia. la ibarat pelita kecil di sayup-sayup abad ke-21 yang dituntut untuk menjanjikan sesuatu sejak sekarang. Kecemasan para pakar pemerhati sejarah terhadap hampir seluruh evil product bidang-bidang politik, ekonomi, budaya serta semua muatan perilaku sejarah umat manusia, akhimya diacukan kepada kemungkinan peran agama. Tulisan ini sekedar permintaan interupsi sesaat, yang penawaran tesisnya amat bersahaja. Sebaiknya kita tidak usah terlalu tergesa-gesa memperpanjang pembicaraan tentang apa yang didorongkan oleh agama terhadap proses perubahan sosial, sebelum kita benahi dahulu dasar filosofi, epistemologi, atau bahkan “sekadar” struktur logika kita dalam memahami Agama. Pada akhirnya ini mungkin “sekadar” persoalan tetapi saya tidak bisa berhenti pada anggapan demikian. Saya tidak pemah sanggup mengucapkan kata “Aga...

EMHA LAPISAN OZON SPIRITUAL

Lapisan Ozon Spiritual Oleh Emha Ainun Nadjib Ada sepasang gelandangan setengah tua sedang asyik bergandengan tangan di tepi jalan, tiba-tiba diseruduk oleh motor dari belakang. Mereka terpental dan terserak ke aspal. Si wanita pingsan, si laki-laki luka parah wajahnya. Seorang teman saya berlari berusaha membantu. Orang-orang bengong saja di kejauhan. Mobil-mobil yang distop kebetulan tak ada yang sempat berhenti, sehingga teman saya itu membecakkan korban ke rumah sakit. Menurut pendapat Anda, kenapa orang segan menolong orang celaka? “Mungkin karena wegah urusan.” “Repot kalau jadi saksi di pengadilan.” “Kenapa begitu?” “Karena ada atmosfer ketidakpastian hukum.” Mungkin itu benar, tapi terasa terlalu “menuduh”. Kita perlu lebih objektif menilai masalah itu. “Sangat merepotkan untuk terseret-seret oleh proses peradilan. Juga secara psikologis ada perasaan umum bahwa pengadilan tidak cukup membuat rakyat meras...

EMHA SAKIT JIWA SOSIAL

Sakit Jiwa Sosial Oleh Emha Ainun Nadjib Kalau orang sakit panas, mungkin bisa dicarikan terapi dengan acuan dari Nabi Ibrahim. Kalau stress, bisa berkaca pada Ayyub. Soal-soal pencernaan, nempil dikit ke Muhammad. Atau banyak komplikasi fisis yang sumbernya terpotongnya hubungan antara manusia modern dengan manajemen cinta dan kesehatan model Isa dan Daud. Adapun yang paling gampang, tentu saja kalau kita terkena santet atau tenung. Lebih gampang lagi, apabila seorang pasien menginsafi bahwa ia bukanlah pasien, melainkan dokter atau dukun atas dirinya sendiri. Di dalam segala filosofi ilmu ketabiban, kesehatan, dan kesembuhan, dapat kita katakan bahwa pihak pertama adalah Allah, dan pihak kedua si penderita; sedangkan dokter, psikiater atau Mas Dukun tak lebih dari pihak ketiga, yang tidak dimiliki oleh hampir semua orang yang pada keadaan tertentu berduyun-duyun mendaftarkan dirinya menjadi pasien yang membuat seorang pelayan disebut dokter, seorang pembantu disebut psikiater, da...

EMHA INDONESIA SUCI MURNI

Indonesia yang Suci Murni Oleh Emha Ainun Nadjib Menjelang sore hari Selasa yang lalu, bersama dua orang teman saya dolan ke Kebun Jeruk Jakarta Barat. Tapi yang akan kami temui, tidak ada. Salah seorang ustadz mengatakan bahwa beliau sedang pergi ke Kediri, Jawa Timur, kemudian terus ke Lombok. Kami tentu saja menyesal, karena dua tiga kali ketika saya pernah ke sini dulu; selalu saya bisa makan enak dan sebanyak-banyaknya, tanpa harus pekewuh atau menjalani ‘syariat budaya’ macam-macam. Saya tergolong amat susah makan, sehingga usus dan organ tubuh saya yang lain banyak menganggur. Jadi awet, tak gampang aus. Kalau seandainya hidup ini bisa dijalani dengan hanya makan seminggu sekali, betapa besar syukur saya kepada Tuhan. Dalam situasi normal, saya mau makan hanya berdasar rasa lapar yang memuncak, berdasar suasana hati dan berlangsungnya persahabatan dengan entah siapa yang makan bareng dengan saya. Tapi ‘gimana. Kita ini sejenis ‘hewan’, meskipun...

EMHA AGAMA NASI DAN KEBODOHAN

Agama, Nasi dan Kebodohan Oleh Emha Ainun Nadjib Agama itu mata air kebenaran, tetapi sangat banyak manusia mungkin tidak sungguh-sungguh mempercayai itu. Sangat banyak manusia, baik sebagai pribadi maupun selaku komunitas, dalam perilaku sehari-harinya maupun dalam kebutuhan dan pilihan-pilihan politik, sosial, ekonomi dan kebudayaannya—tidak menunjukkan tanda-tanda serius bahwa mereka mempercayai agama. Kenyataan itu bisa jelas anda jumpai dalam hal ke mana kehidupan masyarakat kita diarahkan, bagaimana politik dan ekonomi diselenggarakan, atau bagaimana prinsip-prinsip kognisi kehidupan dipetakan: nilai-nilai agama diletakkan marginal dan ‘ilustratif’, bahkan seringkali diperlukan sekadar untuk memanipulasi-manipulasi. Dengan kata lain: agama difungsikan tidak dalam identifikasi terhadap pencarian kebenaran. Seringkali orang lebih mencari pembenaran dibanding kebenaran. Yang secara khusus merupakan ‘tugas’ saya untuk menuliskannya di sini adalah...

EMHA KEHENDAK ILAHI

Intropeksi Antara Kehendak Ilahi Dan Nafsu Oleh Emha Ainun Nadjib Salah satu kelemahan orang Islam adalah tidak bisa menaklukkan kehendak pribadi yang nyaris mendeteksi nafsu. Saya menjadi sastrawan, saya menjadi saya seperti yang anda kenal adalah bukan kehendak saya. Saya tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk mengikuti kehendak pribadi. Kalau menurut kehendak saya, waktu tidak akan pernah cukup. Kalau kemauan saya cari hiburan, menjadi sarjana, presiden atau yang enak-enak lainya. Seluruh kehendak saya datang dari luar kehendak pribadi (Allah). Saya harus menciptakan suatu metabolitas supaya yang datang menyentuh saya hanya kehendak-kehendak yang baik, kalau kehendaki yang buruk semoga tidak menimpa saya, entah orang yang punya maksud tidak baik, pemerintah, ilmuwan atau pihak berwajib lainya. Saya berdo’a kepada Allah semoga kehendak buruk tersebut menjauhi saya. Jadi hidup ini saya penuhi untuk, perama, menggalai kepekaan terhadap “maadza arooda allahu ilaiyy...