Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Kheng kheng Wu

Di sebuah Kebun Binatang. Di pintu masuk tertulis, Tarif tiket : Rp 50.000,-/orang. Karena beberapa lama tidak ada pengunjung, maka harga tiket diturunkan menjadi : Rp 25.000,-/orang. Namun masih tidak tidak ada jg pengunjung datang. Akhirnya kembali ia turunkan tarif tiket menjadi hanya : Rp 10.000,-/orang. Dan tetap tidak ada pengunjung yg mau masuk! Akhirnya ditulislah pengumuman : "MASUK GRATIS". Dan tiba2 banyak orang yg berebutan masuk. Ketika pengunjung di dalam penuh, Sang pawang membuka semua pintu kandang binatang buas seperti Singa, Harimau, Serigala, Ular, dsb. Pengunjung pun sontak pada PANIK ! Ketakutan ! Kemudian pintu keluar DIKUNCI. Lalu di pintu keluar itu dia tulis "Keluar Bayar Rp 500.000,-" Ternyata BANYAK orang berebut membayar. Inilah ironi kehidupan. Ketika ditawarkan HIDUP SEHAT : ~ Makan yg sehat ~ Tidak merokok ~ Istirahat yg cukup ~ Olahraga, dsb Demi menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit banyak orang enggan, TIDAK MAU. Tapi...

Ali Antoni 2

Curcol kepagian #8 Kemaren dan hari ini, anak2 sekolah pada nerima raport. Lembaran2 yg berisikan nilai berupa angka, yg selama ini disalahpahami sbg indikator kecerdasan seseorang. Demi dapat nilai bagus, banyak anak yg ngotot belajar atau ngotot nyontek. Orang tua juga banyak yg ketipu dgn angka2 itu. Kenapa ketipu? Karena banyak yg nilainya bagus, lulus sekolah bingung. Mau dikerjai siapa, daftar sana sini, nilainya tdk membuat ia kreatif bisa kerja sendiri. Nilainya cuma bagus di dalam ruang kelas, bukan ruang kehidupan. Saya sendiri sempat lama ketipu. Selama SD, ranking satu saya borong habis. Hanya sekali saja saya ranking tiga. Lainnya satu semua. Ketika SMP dan SMA, walau tdk ranking satu, tp saya selalu masuk lima besar terus. Baru pada kuliah, saya menggugat. Saya tidak percaya pada IPK, saya mengejar skill dan talenta. Setinggi apapun dirimu, jika tak punya value, tetap akan kebingungan kerja, jd pegawai, daftar sana sini, entah jd babu kere, atau babu elit, misal komisaris...

Antoni Ali

Curcol kepagian #7 "Sebongkah emas, jika dalam kubangan tai sekalipun, akan dicari orang!" Kalimat ini yg saya jadikan pegangan dalam berproses selama ini.  Sebab dalam berproses, selalu ada saja benturan2 yg membuat kita terkadang jatuh, minder, rendah diri, tdk semangat, dan letoy. Semua itu membuat potensi kita tdk keluar, langkah terhenti, dan akhirnya proses jd mandeg. Kita jd malah melanjutkan. Diantara hambatan itu berupa suara2 dr luar, bisa kawan, bisa saingan, bisa keluarga, bisa masyarakat, bisa bahkan, suara diri kita yg lain. Berupa ejekan, sindiran, hinaan, fitnah, dan caci maki. Jika suara2 noise ini mendominasi, maka tamat, habis. Padahal, sebongkah emas, tidak akan jadi tai walau ia tiap hari diteriaki tai. Pepatah lama, teruslah berjalan, walau anjing2 menggonggong. Biarkan saja mereka, sebab anjing hanya bisa menyalak, kambing hanya bisa mengembek, ini penguatan diri. Jangan berhenti hanya krn suara anjing dan kambing. Kejar visimu, lanjutkan misimu.  Lihat...