Langsung ke konten utama

Ali Antoni 2

Curcol kepagian #8

Kemaren dan hari ini, anak2 sekolah pada nerima raport.

Lembaran2 yg berisikan nilai berupa angka, yg selama ini disalahpahami sbg indikator kecerdasan seseorang.

Demi dapat nilai bagus, banyak anak yg ngotot belajar atau ngotot nyontek. Orang tua juga banyak yg ketipu dgn angka2 itu.

Kenapa ketipu? Karena banyak yg nilainya bagus, lulus sekolah bingung. Mau dikerjai siapa, daftar sana sini, nilainya tdk membuat ia kreatif bisa kerja sendiri. Nilainya cuma bagus di dalam ruang kelas, bukan ruang kehidupan.

Saya sendiri sempat lama ketipu. Selama SD, ranking satu saya borong habis. Hanya sekali saja saya ranking tiga. Lainnya satu semua.

Ketika SMP dan SMA, walau tdk ranking satu, tp saya selalu masuk lima besar terus.

Baru pada kuliah, saya menggugat.

Saya tidak percaya pada IPK, saya mengejar skill dan talenta. Setinggi apapun dirimu, jika tak punya value, tetap akan kebingungan kerja, jd pegawai, daftar sana sini, entah jd babu kere, atau babu elit, misal komisaris BUM N, badan usaha milik neneknya.

Bukan berarti ini pembelaan krn nilai saya kuliah jelek, tdk jelek2 amatlah, walau bukan 4 penuh, tapi IPK 3 tdk buruk2 amat. Angka yg aman utk masuk PNS.

Tapi saya tdk pernah sekalipun daftar PNS guru. Padahal dua tahun pelajaran Seni Budaya sampai kekurangan yg mendaftar, krn mapel baru ketika itu, lulusannya belum seluber sekarang.

Banyak2 kawan2 saya yg belum lulus jd semangat lulus krn penerimaan mapel baru ini. Kawan2 sekelas saya hampir semua jd PNS.

Tidak buruk jadi PNS, baik2 saja, tp saya berpikir, jika semua jd PNS, terus yg tdk jd PNS siapa?

Yang tdk daftar jd pegawai manapun siapa?

Dalam hati saya menjawab, ya sudah saya saja. 

Waktu itu saya berpikir simpel, kalau WS Rendra dan Emha zaman dulu jadi PNS, maka Indonesia akan kehilangan dua penulis besar.

Harus ada orang2 yg berani keluar dr selera kebanyakan sarjana.

Ada kutipan keren yg saya suka ;

"Mereka yg mengikuti kata hatinya, sebagian jadi legenda, sebagiannya lagi gila!"

Kalimat ini yg membuat saya semangat. Walau tak jadi legenda, gila tak masalah. Sebab legenda mana yg tdk gila? Semua legenda adalah orang2 gila.

Mereka tdk ikut arus zaman, mereka malah menciptakan sejarah zaman. 

Uniknya, dari semua mrk itu, lebih banyak yg nilai raportnya bagus2. Sekolah dan kuliahnya biasa2 saja.

Tidak istimewa.

Hehe.

\M/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AC

COPAS..... 😁😁😁 Penting nih biar listrik nda boros.. Knpa ac aku nyalain 24 jam dan ngirit ga boros.. Karna aku tau triknya Kamu Harus Tau #wajib baca bagi pengguna AC #8 rahasia tentang penggunaan AC yang perlu kamu ketahui 😗 1.Suhu 26℃ dari AC adalah suhu yang paling tepat, nyaman dan tidak menyebabkan sakit. Meski tubuh manusia sendiri sudah bisa menyesuaikan suhu tubuh, tapi kemampuan tersebut juga ada batasnya. Bila suhu luar dan suhu dalam ruangan berbeda terlalu jauh, kamu pun bisa dengan mudah jatuh sakit. Suhu 26℃ adalah suhu dalam ruangan yang paling cocok, dan suhu ini pun paling membuat AC-mu irit. 2. Saat udara terlalu panas dan lembab, ubah mode AC menjadi "Dry" Saat musim hujan, udara akan terasa lebih panas dan lembab, nah pada saat ini, kamu ahrus mengubah mode AC-mu dari "cool" menjadi "dry". Mode "dry" ini tidak hanya bisa menyerap udara lembab, tapi juga bisa membantumu irit banyak! Saat kamu menyalakan mode "cool...

BUNDA YUNI KISAH KASIHNYA

Saya menemukan tulisan ini baru minggu yl langsung saya share. Sesungguhnya saya sdh menjalankan apa yg ada dlm tulisan ini sdh berpuluh th yg lalu. LUPAKAN CANCER KITA...LUPAKAN...LUPAKAN.... Dan saya lupakan, ya masukkan peti semua medical record dokter. putera saya sampai mengira saya bohong, mana bu medical recordnya? Saya mengambil keputusan " Biarlah dunia menganggap saya bohong, saya tdk akan pernah membuka medical record saya,  saya sdh berusaha melupakan sakit saya dan saya berhasil melupakan ,menidurkan Ca saya dan saya bisa hidup normal dg cinta kasih saya pd Allah yg Maha Penyayang dg memberikan bantuan dan kasih kpd yg membutuhkan, itu urusan saya....bukan urusan Orang lain, putera saya, menantu saya, suami saya bahkan saudara kandung saya... Diusia saya 65th saya masih bisa menikmati indahnya merawat bayi yg dibuang oleh ibunya sendiri, bayi yg lahir tanpa memiliki keluarga kecil apa lagi keluarga besar... Semua orang terdekat saya menentang saat saya menerim...