Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Disatukan

🔰 Setelah berpuluh tahun Hidup dalam kegalauan kesedihan kesakitan kebencian kekecewaan penyesalan dan air mata Setelah berjuta juta cerita tentang ketakutan kekawatiran  kesedihan dan air mata Kini sdh tak lagi bisa kurasakan aliran air mataku menetes Kini sdh tak lagi bisa kurasakan ketakutan dan kekhawatiran Kini sdh tak bisa lagi kurasakan kesedihan Kini sdh tdk ingin lagi ku menghindar, berlari dan bersembunyi Yang ada aku hanya bisa mengagumi Maha Karya-Nya yang luar biasa Di alam semestaNYA 💫 Akhir Ramadhan 1439 H By Adi Tri Ku telah disatukan bersamaNYA

Repost Emha

Akal dan Otak Oleh: Emha Ainun Nadjib Akal tidak sama dengan Otak. Ayam dan kambing juga punya otak, tapi jangan bilang kambing berakal. Otak itu hanya hardware-machine dari suatu fungsi berfikir. Adapun akal itu suatu potensialitas rohaniah, kita harus menggalinya sepanjang zaman, karena yang kita dapatkan darinya hanya gejala-gejalanya saja, Anda kenal inspirasi, kretivitas, ilham, ide, gagasan. Serpihan-serpihan meloncat dalam kandungan rahasia akal ke memori dan kesadaran kita. Akal itu bagaikan ujung jari Tuhan yang menyentuh cintanya kepada kita untuk mentransfer cinta, silaturahmi, janji kasih, dan berbagai anugrah. Kalau dikatakan ada orang kehilangan akal, artinya ia mengalami keterputusan kontak dengan hidayah Tuhan. Pikirannya buntu dan otaknya terbengkalai. Jadi, otak bisa tidak sehat, cara berpikir bisa khilaf dan terpeleset, tapi akal selalu sehat dan benar. Yang tak sehat biasanya adalah metode dan mekanisme berpikir. Komunitas Kenduri Cinta pada 23 April 2010 jam 1...

Cak Nun Keliru dalam Memahami Lailatul Qodar Ceramah.com