Langsung ke konten utama

SOSOK CAK NUN

AKU INGIN MENCIUM KAKI CAK NUN

  Oleh Sri Narendra Kalaseba

Apa yang perlu saya banggakan lagi Cak?! Ketika mendengar ceramah-ceramah jenengan, bukan saja kebanggaan ini saja yang hilang, bahkan kehormatan saya pun tercerai berai diberangus keburukan diri yang mulai tampak jelas ketika jenengan berorasi.

Hasanahmu dalam suatu mimbar, seolah tanpa basa basi lagi satu persatu mutiara demi mutiara kata jenengan secara spontan telah membuat cermin besar dan saya terkondisikan untuk bertelanjang. Lantas sombong, iri, dengki dan bualan merasa suci hingga penyakit sebagai pembenci itu pun tampak nyata disekujur tubuh ini. Ketika itu juga jiwa yang dibaluti rasa malu secara tegas bertanya: "Menungso model opo aku iki Cak?! " (Manusia macam apa aku ini Cak?!).

Betapa jenengan begitu sabar, tlaten (komitmen) dan tegas mendidik kami berperang melawan angkaro murkoning pangroso (nafsu sesat yang mengendap dihati). Jenengan semangati kami untuk melibas durjo durjaning berholo murantoto (rasa menuhankan diri yang telah berani-beraninya meniadakan Tuhan yang sejati). Jenengan pacu langkah kaki kami untuk meraih urip mukti tan keno nyilakani (hidup mulia tanpa perlu menghina ataupun merendahkan sesama).

Lantas apa yang pernah kami berikan kepada jenengan selama ini Cak? Setelah jenengan berikan semua ilmu sorga itu secara cuma-cuma?! Kami hanya bisa ngrepoti jenengan, nyulayani paugeran jenengan (ingkar janji terhadap apa yang jenengan ajarkan), nerjang pangribawane jenengan (mencoreng nama baik jenengan). Yang seharusnya jenengan punya hak mutlak sanjang (berkata): kowe-kowe menungso ladak lan kurang ajar (kalian itu hanya manusia angkuh dan tidak punya aturan), namun faktanya jenengan justru semakin membuat penerangan besar-besaran agar kami tidak terjebak dalam kegelapan.

Duh Gusti Pangeran kulo, leresipun Cak Nun meniko jalmo membo dewo, nopo dewo membo jalmo?! (Wahai Tuhanku, sebenarnya Cak Nun ini manusia menjelma Malaikat apa Malaikat menjelma manusia?!).

Duh Cak Nun, jangankan dibilang manusia luhur, diberi pujian sebagai Malaikat saja jenengan gak gumun (tidak mudah tersanjung). Kelas jenengan sudah melewati ambang batas manusia waras, sedangkan kami mau mewaraskan diri saja aras-arasen (malas-malasan).

Kami-kami masih mudah tergiur dibilang manusia baik, sedang jenengan yang menjadi biang kebaikan saja gak mau menonjolkan diri sebagai yang terbaik, ya sudah inilah kami Cak! Kami yang sekali lagi dereng jejeg ngambah pepener (belum sanggup berdiri dalam kebenaran), dereng lulus manjing ing kasunyatan gesang (belum lulus menjadi manusia yang mengemban fakta kehidupan), walau demikian jangan tinggalkan kami Cak. Jangan jenengan acuhkan kami, jangan sampai jenengan tidak menyebut nama-nama kami yang belum waras ini dalam doa dan dzikirmu, jangan Cak. Kami ingin waras, kami ingin jadi manusia yang sebenarnya dan masih berkeinginan memanusiakan manusia sebagaimana yang jenengan ajarkan selama ini.

Demi ALLAH, jenengan harus sehat, jenengan kedah panjang umur, jenengan ampun gerah Cak. Jenengan adalah suri tauladan yang selalu membelajari kami harus menikmati keindahan tanpa perlu ambisius untuk memilikinya, jenengan perlihatkan kepada kami bahwa tetembungan guyub rukun seduluran selawase iku laku utomo tan ono watese (menebar perdamaian dan kerukunan antar anak manusia adalah amal ibadah yang tidak bisa dibatasi pahalanya).

Cak, ucapan terimakasih saja tidak cukup untuk jenengan. Tapi saya akan terus mengucapkan rasa terimakasih itu kagem (untuk) jenengan yang saya kemas dalam doa-doa. Pangapunten Cak, jika ALLAH mengijinkan gedibal cangkrukan ini akan mencium kaki jenengan pada saat kita dipertemukan.

Salam rindu dan cinta kagem panjenengan selalu Cak Nun....
Sri Narendra

#Srinarendrakalaseba
#Kidungwahyukolosebo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AC

COPAS..... 😁😁😁 Penting nih biar listrik nda boros.. Knpa ac aku nyalain 24 jam dan ngirit ga boros.. Karna aku tau triknya Kamu Harus Tau #wajib baca bagi pengguna AC #8 rahasia tentang penggunaan AC yang perlu kamu ketahui 😗 1.Suhu 26℃ dari AC adalah suhu yang paling tepat, nyaman dan tidak menyebabkan sakit. Meski tubuh manusia sendiri sudah bisa menyesuaikan suhu tubuh, tapi kemampuan tersebut juga ada batasnya. Bila suhu luar dan suhu dalam ruangan berbeda terlalu jauh, kamu pun bisa dengan mudah jatuh sakit. Suhu 26℃ adalah suhu dalam ruangan yang paling cocok, dan suhu ini pun paling membuat AC-mu irit. 2. Saat udara terlalu panas dan lembab, ubah mode AC menjadi "Dry" Saat musim hujan, udara akan terasa lebih panas dan lembab, nah pada saat ini, kamu ahrus mengubah mode AC-mu dari "cool" menjadi "dry". Mode "dry" ini tidak hanya bisa menyerap udara lembab, tapi juga bisa membantumu irit banyak! Saat kamu menyalakan mode "cool...

BUNDA YUNI KISAH KASIHNYA

Saya menemukan tulisan ini baru minggu yl langsung saya share. Sesungguhnya saya sdh menjalankan apa yg ada dlm tulisan ini sdh berpuluh th yg lalu. LUPAKAN CANCER KITA...LUPAKAN...LUPAKAN.... Dan saya lupakan, ya masukkan peti semua medical record dokter. putera saya sampai mengira saya bohong, mana bu medical recordnya? Saya mengambil keputusan " Biarlah dunia menganggap saya bohong, saya tdk akan pernah membuka medical record saya,  saya sdh berusaha melupakan sakit saya dan saya berhasil melupakan ,menidurkan Ca saya dan saya bisa hidup normal dg cinta kasih saya pd Allah yg Maha Penyayang dg memberikan bantuan dan kasih kpd yg membutuhkan, itu urusan saya....bukan urusan Orang lain, putera saya, menantu saya, suami saya bahkan saudara kandung saya... Diusia saya 65th saya masih bisa menikmati indahnya merawat bayi yg dibuang oleh ibunya sendiri, bayi yg lahir tanpa memiliki keluarga kecil apa lagi keluarga besar... Semua orang terdekat saya menentang saat saya menerim...