Sedikit cerita tentang anugerah yang diterima oleh Baba suamiku, Sani Tri Cristian...
Pada tanggal 26 Desember 2015, dilakukan operasi untuk mengambil sebagian dari tumor yang berada di otak belakang baba. Setelah di tes, keluarlah hasil PA pada 11 januari 2016.
Baba dinyatakan glioblastoma multiforme grade 4.
"Glioblastoma multiforme (GBM) adalah tumor otak primer ganas yang paling agresif dan paling sering ditemui, melibatkan sel glia dan bertanggung jawab untuk 52% kasus tumor jaringan otak fungsional dan 20% tumor intracranial" (dikutip dari tinjauan pustaka weebly.com)
GBM juga dikenal dengan sebutan tumor gurita..karena bentuknya menyerupai gurita, menjalar ke sela-sela jaringan otak. (Sumber googling)
Sejak awal mendapat kurikulum itu, kami ikhtiar dgn segala cara bersamaan..semua jalur yang kami tempuh saling melengkapi membantu mengurangi efek samping dari GBM.
Langkah awal tentunya melalui jalur medis, operasi, radiasi dan kemo (kemo hanya bertahan 2 minggu saja, karena baba tidak sanggup menjalani kemo). Terapi alternatif juga kami jalani setelah melalui tahapan radiasi, yaitu menggunakan alat ecct dari c care, pengobatan alternatif di daerah bekasi dan mengubah pola makan dengan diet alkali.
Sampai saat inipun baba rutin check up setahun 2 sd 3x ke RS untuk MRI.
Alhamdulillah...semua proses kami jalani dengan ikhlas dan bahagia..kami selalu berusaha tetap menjaga semangat baba dan juga keluarga. Selama kami masih di beri rejeki di dunia kami wajib ikhtiar menjemput mukjizatNya...
Kondisi Baba dengan anugerah kurikulum GBM bertahan sampai saat ini dengan kondisi motorik dan komunikasi masih baik, merupakan hadiah terindah bagiku, dsun dan juga keluarga...
Kami akan terus menjalaninya dengan ikhlas dan senyuman...
Apapun hasil akhirnya nanti..tentunya yang terbaik dariNya untuk Baba Brew...
Bismillah...
22 Mei 2018
#memobubunda
Komentar
Posting Komentar