Langsung ke konten utama

Copas

Sahabat,

Seringkali kita harus kehilangan dulu untuk bisa menyadari betapa berartinya sesuatu atau seseorang untuk kita. Tapi sayang banget, kan? Yang sudah pergi belum tentu bisa kembali dan waktu tak akan berputar lagi.

Tulisan seorang suami  di tahun 1998 di bawah ini benar-benar menyentuh dan semoga bisa membuat kita lebih sadar akan arti pasangan kita.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Maafkan istriku, aku terlambat jatuh cinta padamu.

Rumah masih ramai setelah pulang dari pemakaman, kepalaku masih pusing karena tak bisa menahan tangis melihat jasad terakhir istriku dimasukkan ke liang lahat.
Aku makin tak bisa menahan airmata saat melihat anak-anak menangis memandangi tanah yang menimbun ibu mereka. Lama aku diam di pemakaman, mengingat kembali saat istriku masih ada.
Aku ingat semua dosaku, kesalahanku, mulut kasarku, ketidakpedulianku, bahkan yang paling aku ingat membiarkan dia berpikir sendiri tentang keuangan keluarga.

Aku pikir saat dipemakaman adalah momen tersedih yang aku alami sepanjang hidupku, ternyata itu belum apa-apa.
Banyak kepiluan lain yang membuatku hancur.

Putriku yang berusia 5 tahun beberapa kali berlari kekamar sambil memanggil ibunya. Sepertinya dia lupa bahwa ibunya telah tiada. Kemudian ia keluar lagi dengan wajah kecewa.
Malam berlalu tanpa aku bisa melelapkan mata sedetikpun.
Rasanya rumah ini sunyi dan hampa.

Hingga tibalah hari yang membuat aku amat sedih. Yaitu hari ketika anak-anak mulai masuk sekolah.
Pagi itu mereka semua sudah bangun, aku kebingungan, anak-anakku juga seperti bingung mau berbuat apa.
Biasanya pagi kami selalu dibangunkan, disuruh mandi dan berdoa, disiapkan pakaian, dibuatkan sarapan dan kami berangkat dalam keadaan rapi dan perut yang sudah kenyang.
Hari ini kami hanya terdiam. Aku menyuruh anak-anak melihat makanan dikulkas tapi yang ada hanya bahan mentah. Rumah yang biasanya rapi nampak berantakan. Aku pergi membeli sarapan untuk kami berempat. Saat membayar aku kaget uang Rp 50.000 tanpa kembalian. Padahal selama ini aku memberi uang Rp 50.000 kepada istriku cukup untuk makan kami sampai malam.

Kadang-kadang aku marah-marah kalau dia minta tambahan. Aku bawa sarapan pulang dan anak-anak sudah menunggu dimeja makan. Sudah jam 7.30 biasanya mereka sudah diantar kesekolah semuanya diantar istriku berbarengan, sementara aku baru pulang beli sarapan. Dalam hati kalau terlambat semoga dimaklumi karna habis kemalangan. Aku makin merasa kacau saat jam sudah menuju jam 8 dan anak-anak belum diantar semua.
Aku benar-benar kehilangan seorang dewa dalam rumah kami.
Inikah yang selama ini dilakukan istriku ??? Mengapa aku selalu menganggap dia tak ada kerjaan. Selalu menganggap sepele pekerjaan seorang ibu ???

Aku masih linglung ditempat kerja. Masih banyak teman-teman yang menghampiri mengucapkan belasungkawa. Hingga aku ditelpon oleh walikelas anakku yang masih TK. Katanya anak-anak sudah pulang tapi belum ada yang jemput. Aku minta ijin pergi menjemput anak dan jam 12 anakku yang no 2 juga menelpon minta dijemput karena sudah pulang. Selama ini aku tak tahu satupun jadwal mereka. Aku hanya bekerja dan tak peduli dengan itu semua. Anakku yang besar pulang jam 2 artinya aku tak bisa kembali ketempat kerja. Sampai disekolah anakku, aku masih melihat didepan sekolah masih ada bekas darah saat istriku kecelakaan 3 hari lalu. Kecelakaan yang serta merta merenggut nyawanya saat menjemput anak sulungku.

Sampai dirumah anak-anak nampak kelaparan. Ternyata aku tak tahu manajemen waktu sehebat almarhumah istriku.
Aku harus kewarung makan lagi untuk pergi membeli makan siang. Begitupun nantinya makan malam. Sehingga tidak kurang dari Rp 200.000 sampai malam. Aku berpikir ini baru 1 hari, bagaimana kalau 1 bulan. Gajiku tidak akan cukup untuk kami berempat.

Ya Tuhan,
Indah sekali caraMu menegurku,
Begitu kacaunya hidupku tanpa istriku, keuangan makin amburadul, anak-anak tak terurus, makanan favoritku tidak ada lagi. Rumah dan tanaman seperti hilang aura karna tak ada yang merawat dan membersihkan.

Aku masih sempat merasa wanita diluaran lebih cantik dari istriku.
Andai aku bisa menebus apapun yang telah aku lakukan kepada istriku selama ini,
aku ingin memperbaikinya.
Aku ingin membantunya, menyayanginya sepenuh hati dan tak akan pernah berkata kasar kepadanya.
Dia begitu lelah setiap hari, tapi sepulang kerja aku masih sering membentaknya.
Saat dia minta tambahan belanja aku berkata kasar kepadanya.
Dia saat aku jadikan istri, rela berpisah dengan anggota keluarga besarnya, hidup susah payah dan sederhana denganku.

Maafkan aku istriku.
Andai aku bisa menebus semua kesalahanku, satu hari saja tanpamu kami seperti anak ayam kehilangan induknya. Berserakan.
Saat berdoa aku kembali menangis sejadi-jadinya.
Andai bisa kutebus, aku ingin menebus meski dengan nyawaku. Aku mau dia yang hidup menjaga anak-anak dan biarlah aku yang menghadapMu.
Ini sangat berat bagiku apalagi bagi anak-anakku. Demikian doa tengah malamku.

Jujur selama ini aku tak dekat dengan anak-anak. Mereka selalu sama ibunya. Aku hanyalah kerja, pulang, tidur dan kerja lagi. Aku tak tau apa-apa tentang urusan anak dan rumah.

Istriku, aku berdoa semoga lelahmu jadi ibadah, semoga semua yang kau lakukan untuk kami membawamu ke surga, semoga engkau bahagia di alammu.
Kali ini aku benar-benar menangis tersedu-sedu sambil membayangkan wajahmu.
Kau tak pernah mengeluh dengan pekerjaanmu, kau tak pernah meminta sesuatu yang aku tak sanggup membelinya.
Kau jalani semua dengan sabar dan aku merasa belakangan jarang memperhatikanmu. Jarang bertanya bagaimana anak-anak kita, jarang bertanya bagaimana hari-harimu.

Kekasih hatiku,
Mengapa aku jatuh cinta padamu justru setelah engkau tiada. Tidak akan ada yang menggantikan dirimu dihatiku.
Mengapa rasa cintaku padamu menggebu-gebu saat dirimu sudah berada dipusara?

Maafkan aku istriku.
Aku terlambat jatuh cinta padamu.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Nah, sekarang, apa hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan, untuk bisa membuat pasangan kita merasa lebih berharga, lebih dicintai, dan penuh arti hari ini?

Thank you Indra Noveldy

https://indiraabidin.com/2018/10/24/maafkan-istriku-aku-terlambat-jatuh-cinta-padamu/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AC

COPAS..... 😁😁😁 Penting nih biar listrik nda boros.. Knpa ac aku nyalain 24 jam dan ngirit ga boros.. Karna aku tau triknya Kamu Harus Tau #wajib baca bagi pengguna AC #8 rahasia tentang penggunaan AC yang perlu kamu ketahui 😗 1.Suhu 26℃ dari AC adalah suhu yang paling tepat, nyaman dan tidak menyebabkan sakit. Meski tubuh manusia sendiri sudah bisa menyesuaikan suhu tubuh, tapi kemampuan tersebut juga ada batasnya. Bila suhu luar dan suhu dalam ruangan berbeda terlalu jauh, kamu pun bisa dengan mudah jatuh sakit. Suhu 26℃ adalah suhu dalam ruangan yang paling cocok, dan suhu ini pun paling membuat AC-mu irit. 2. Saat udara terlalu panas dan lembab, ubah mode AC menjadi "Dry" Saat musim hujan, udara akan terasa lebih panas dan lembab, nah pada saat ini, kamu ahrus mengubah mode AC-mu dari "cool" menjadi "dry". Mode "dry" ini tidak hanya bisa menyerap udara lembab, tapi juga bisa membantumu irit banyak! Saat kamu menyalakan mode "cool...

BUNDA YUNI KISAH KASIHNYA

Saya menemukan tulisan ini baru minggu yl langsung saya share. Sesungguhnya saya sdh menjalankan apa yg ada dlm tulisan ini sdh berpuluh th yg lalu. LUPAKAN CANCER KITA...LUPAKAN...LUPAKAN.... Dan saya lupakan, ya masukkan peti semua medical record dokter. putera saya sampai mengira saya bohong, mana bu medical recordnya? Saya mengambil keputusan " Biarlah dunia menganggap saya bohong, saya tdk akan pernah membuka medical record saya,  saya sdh berusaha melupakan sakit saya dan saya berhasil melupakan ,menidurkan Ca saya dan saya bisa hidup normal dg cinta kasih saya pd Allah yg Maha Penyayang dg memberikan bantuan dan kasih kpd yg membutuhkan, itu urusan saya....bukan urusan Orang lain, putera saya, menantu saya, suami saya bahkan saudara kandung saya... Diusia saya 65th saya masih bisa menikmati indahnya merawat bayi yg dibuang oleh ibunya sendiri, bayi yg lahir tanpa memiliki keluarga kecil apa lagi keluarga besar... Semua orang terdekat saya menentang saat saya menerim...