Maaf semuanya saya baru bisa bercerita sekarang.
Karena hanya ada duka dari sharing ini, jadi saya sulit untuk mengungkapkannya.
Tapi bagaimanapun saya berharap bisa berbagi pengalaman, sesulit apapun hal itu, semoga tetap memberi manfaat.
Setelah kemo siklus pertama, yaitu sebanyak 6x di rumah sakit Awal Bros Tangerang. Pak Joko dirujuk untuk melakukan radiasi di rumah sakit tipe A (pusat), pilihan kami jatuh pada RSCM karena dulu pak Joko pernah radiasi untuk tumor otaknya, dan hasilnya cukup baik, tumor otaknya mengecil.
Namun, ternyata prosedurnya terlalu lama, kami bolak balik disuruh melakukan pengecekan, mulai dari cek darah dan scan (CT-scan, MRI, rontgen), sedangkan jadwal untuk scanpun tidak bisa cepat, ada yang 1 minggu, bahkan 1 bulan kemudian baru bisa dilakukan. Akhirnya kami memutuskan untuk mengkombinasi pengobatan dengan biaya sendiri. Namun waktunya hanya terpangkas sedikit.
Dari hasil pengecekan, kankernya telah menyebar ke tulang. Sedangkan kanker kulitnya tumbuh lagi, jadi pengobatan yang harus dilakukan: kemoterapi untuk kanker kulitnya, sedangkan radiasi untuk metastasis ke tulangnya.
Sekitar 4 bulan tanpa pengobatan (hanya bolak balik ke RS untuk pengecekan dan konsultasi), kanker kulitnya semakin parah dan kondisi tidak begitu baik, jadi kami memutuskan untuk melakukan kemoterapi dulu menggunakan biaya pribadi, nanti klo sudah sedikit membaik kami akan pindah lagi ke BPJS dan melakukan radiasi.
Setelah kemoterapi ke-3, kondisi pak Joko benar-benar drop. Dan tubuhnya tidak bisa bertahan lagi.
Oiya, mengenai kejangnya, sebenernya sudah terkontrol, pagi minum depakote, malamnya keppra (dosisnya pun sudah berkurang, keppra hanya 1/2 dari dosis awal)
Komentar
Posting Komentar