Langsung ke konten utama

LGBT

Postingan asli Bu dr. Ani Hasibuan dihapus fesbuk, gapapa... kita copas (jangan share) lagi, lagi, dan lagi... tunjukan kepedulianmu terhadap wabah kaum sodom yang dapat mengancam keluarga kita dengan copas postingan ini.

COPAS DARI FB Neurolog Ani Hasibuan

Oleh karena posting #TragediLGBTr inang2 Maysam Irawati diremove fesbuk, saya akan menunjukkan solidaritas saya sebagai neurolog dan pastinya sebagai inang 1 di Neuro FKUI (dulu 😄) dengan menceritakan kisah yang lebih “HOT”. Kita mulai ya, judulnya #TragediLGBTr

Sejak lulus dari FKUI sebagai GP tahun 1997, saya sudah mulai ikut bergabung dengan POKDISUS HIV RSCM. Saat itu saya masih muda belia namun mulai aktif mengunjungi pasien-pasien HIV/AIDS di beberapa RS di Jakarta. Waktu itu belum banyak RS yang punya kapasitas menangani pasien full blown AIDS karena memang waktu itu universal precautions belum dipopulerkan.

Saya masih ingat ada 79 pasien full blown AIDS yang dirawat di beberapa RS di Jakarta, kesemuanya pria dan KESEMUANYA GAY. Now they are all passed away.

Tahun-tahun berikutnya, HIV/AIDS menjadi SEMAKIN BIASA, walaupun sudah dibentuk badan penanggulangan yang bersifat nasional (wow!). Korban #TragediLGBTr ini semakin meluas, sampai kalangan anak-anak pun kena.

Saya ingat pernah menangani seorang pasien anak berumur 14 tahun yang mengidap meningitis kriptokokus HIV. Almarhum ini berprofesi sebagai pelacur anak yang menyaru sebagai joki 3 in 1 di salah satu kawasan jalan protokol di Jakarta. Kisahnya memilukan, sebab ia menjadi joki dengan meninggalkan sekolah demi cari uang untuk bantu dapur emak. Dalam perjalanannya sebagai joki, ia ditawari untuk dijadikan objek seksual om-om yang mengambilnya sebagai joki dengan imbalan 50 ribu-100 ribu untuk sekali “sodok”.

Dengarlah katanya waktu saya tanya bagaimana rasanya “pertamanya sakit banget tante, tapi lama-lama biasa kok. Yang penting bawa pulang uang buat emak”.

Hidup anak 14 tahun ini berakhir sore-sore sekitar pukul 17.00 wib, ditemani suster ruangan dan saya. Tak ada emak yang menunggu, apalagi om-om yang kerap “memakainya”. Semoga Allah menerimanya di sana dengan suka cita dan memberikan ia tempat kembali yang indah, amiin. Juga semoga Allah melaknat si om (sinting) yang tak puas dengan istri dan perempuan sampai harus cari anak-anak untuk melampiaskan nafsu bejat durjana, amiin.

Cerita selanjutnya pasien yang banyak terkena full blown AIDS adalah PARA PRIA BERISTRI YG ENTAH KENAPA KEMUDIAN MENGUBAH DENGAN SADAR ORIENTASI PENISNYA KE ANUS LELAKI LAIN (maaf vulgar). Mereka datang silih berganti ke tempat praktik maupun ruang rawat, lalu meninggal silih berganti juga.

Sekitar sampai 5 tahun lalu, pengidap full blown AIDS akibat #TragediLGBTr ini masih berada dalam kelompok umur 18-35 tahun (yang saya rawat), sekali dua ada yang di atas 40 tahun. Baru sekali merawat yang berusia 56 tahun, mungkin sekitar 8 atau 9 tahun lalu. Riwayatnya serupa, pria beristri yang mencoba bertualang pada sesama jenisnya, entah untuk apa.

Tapi sejak 2 tahun terakhir, #TragediLGBTr ini makin meluas pada kelompok umur yang lebih tua (mari sejawat yang punya pengalaman dishare juga, supaya fakta makin terbuka). Dalam 2 tahun terakhir, sudah beberapa kali saya merawat AKI-AKI USIA DI ATAS 60 TAHUN dengan meningitis TB related-HIV dan toksoensefalitis HIV dan berakhir tentu dengan kegagalan multi organ. Riwayat si Aki ini adalah “berpacaran” dengan anak muda usia 20 sampai 30 tahunan (entah untuk apa juga, sebab saya pikir di umur 60, mesinnya juga sudah tidak mudah untuk di"hidup"kan).

Saya juga sudah merawat “korban” para aki ini, pria-pria muda beristri, umur 30 tahunan, sebagian besar dengan toksoensefalitis HIV. Riwayatnya, mereka ditawari sejumlah uang oleh para aki “keblinger” yang kebanyakan uang dan sudah bosan perempuan (mungkin ya, ini opini saya pribadi) untuk mencoba seks “brutal” yang berujung kematian itu.

Ujung kisah selalu sama. Saat sakit dan sekarat, yang mendampingi adalah para istri, baik si aki didampingi nini, dan anak muda didampingi istri (terkadang balitanya juga dibawa), saya belum pernah bertemu “mereka2” yang kalau kontrol didampingi “pacar-pacarnya”.

Sampai saat ini, saya kira banyak teman sejawat terutama bidang internis, saraf, kulit & kelamin, masih terus menerima dan merawat pasien-pasien dengan full blown AIDS yang latar belakangnya adalah pelaku penyimpangan perilaku seksual.

Saya tidak mengatakan bahwa hubungan heteroseksual murni tidak berisiko menularkan HIV, tapi fakta yang saya temui di lapangan, kasus terbanyak terbanyak masih pelaku penyimpangan perilaku seksual.

Saya kira sudah cukup alasan bagi kita semua untuk mengakhiri #TragediLGBTr. Kita harus berusaha sekuat-kuat kita, dengan segala sumber dan kekuatan yang kita miliki, untuk menyelamatkan spesies homo sapiens dari kepunahan dengan menghentikan penyimpangan perilaku seksual.

Harus banyak aspek yang kita gali dan kita perbaiki. Paling utama adalah aspek komunikasi efektif dalam keluarga, daya tahan lingkungan dan rukun tetangga, serta perlindungan hukum dari pemerintah yang berwenang.

Mari jangan pernah putus asa menyuarakan yang benar dan baik untuk kemanusiaan, dengan segala halangan dan rintangan.

bila postingan ini diremove juga, saya akan happy, sebab paling tidak kita semua bisa menambah list kelompok/pihak yang tidak berpihak pada kebaikan dan kemanusiaan.

Neurolog
Ani Hasibuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AC

COPAS..... 😁😁😁 Penting nih biar listrik nda boros.. Knpa ac aku nyalain 24 jam dan ngirit ga boros.. Karna aku tau triknya Kamu Harus Tau #wajib baca bagi pengguna AC #8 rahasia tentang penggunaan AC yang perlu kamu ketahui 😗 1.Suhu 26℃ dari AC adalah suhu yang paling tepat, nyaman dan tidak menyebabkan sakit. Meski tubuh manusia sendiri sudah bisa menyesuaikan suhu tubuh, tapi kemampuan tersebut juga ada batasnya. Bila suhu luar dan suhu dalam ruangan berbeda terlalu jauh, kamu pun bisa dengan mudah jatuh sakit. Suhu 26℃ adalah suhu dalam ruangan yang paling cocok, dan suhu ini pun paling membuat AC-mu irit. 2. Saat udara terlalu panas dan lembab, ubah mode AC menjadi "Dry" Saat musim hujan, udara akan terasa lebih panas dan lembab, nah pada saat ini, kamu ahrus mengubah mode AC-mu dari "cool" menjadi "dry". Mode "dry" ini tidak hanya bisa menyerap udara lembab, tapi juga bisa membantumu irit banyak! Saat kamu menyalakan mode "cool...

BUNDA YUNI KISAH KASIHNYA

Saya menemukan tulisan ini baru minggu yl langsung saya share. Sesungguhnya saya sdh menjalankan apa yg ada dlm tulisan ini sdh berpuluh th yg lalu. LUPAKAN CANCER KITA...LUPAKAN...LUPAKAN.... Dan saya lupakan, ya masukkan peti semua medical record dokter. putera saya sampai mengira saya bohong, mana bu medical recordnya? Saya mengambil keputusan " Biarlah dunia menganggap saya bohong, saya tdk akan pernah membuka medical record saya,  saya sdh berusaha melupakan sakit saya dan saya berhasil melupakan ,menidurkan Ca saya dan saya bisa hidup normal dg cinta kasih saya pd Allah yg Maha Penyayang dg memberikan bantuan dan kasih kpd yg membutuhkan, itu urusan saya....bukan urusan Orang lain, putera saya, menantu saya, suami saya bahkan saudara kandung saya... Diusia saya 65th saya masih bisa menikmati indahnya merawat bayi yg dibuang oleh ibunya sendiri, bayi yg lahir tanpa memiliki keluarga kecil apa lagi keluarga besar... Semua orang terdekat saya menentang saat saya menerim...